CARA MEMBUAT DAFTAR ISI OTOMATIS
Dalam sebuah dokumen panjang (long document) yang didalamnya terdapat
halaman daftar isi, misalnya sebuah karya Tulis, biasanya halaman daftar
isi tersebut dibuat secara terpisah dari dokumen induk, dan dikerjakan
secara manual. Barulah pada saat pencetakan dan penjilidan, halaman
daftar isi diletakkan pada urutan semestinya. Jika ini yang Anda lakukan
selama ini, sebaiknya segera tinggalkan cara konvensional tersebut
karena Anda semestinya dapat memanfaatkan fitur canggih pengolah kata
Word 2007 (atau versi sebelumnya) untuk menciptakan daftar isi secara
otomatis.
Materi ini merupakan lanjutan dari pembelajaran sebelumnya yaitu setelah
Anda menguasai dengan baik bagaimana cara menggunakan menu dan ikon
untuk
membentuk dua format nomor halaman berbeda dalam sebuah dokumen. Masih ingat dengan baik pelajaran tersebut, bukan?
Apakah Keuntungan dari Pembuatan Daftar Isi secara Otomatis?
Berdasarkan pengalaman, sisi keuntungan pembuatan daftar isi secara otomatis daripada melakukannya secara manual antara lain:
- Daftar isi dapat dibuat dengan cepat dan praktis.
- Bila terjadi perubahan terhadap konten dokumen yang menyebabkan
perubahan letak halaman suatu bab atau sub bab, maupun perubahan teks
judul bab maupun judul sub-bab, maka pembaruan terhadap daftar isi dapat
dilakukan secara otomatis.
- Bisa menuju dengan cepat ke bagian manapun dari dokumen melalui daftar isi.
- Tidak perlu mengerjakan halaman daftar isi secara terpisah dan manual.
Fitur yang saya maksudnya diatas adalah
Table of Contents. Namun
demikian, untuk menciptakan halaman daftar isi secara otomatis terdapat
syarat yang harus dipenuhi, yaitu Anda harus mendefinisikan terlebih
dahulu style-style untuk seluruh judul bab maupun sub-bab. Mari kita
mulai pembahasan dari
Style.
Apa itu Style dan Bagaimana Cara Mendefinisikannya?
Style adalah karakteristik pemformatan tertentu yang diberi nama serta
disimpan sehingga dapat dipakai berulang-ulang. Pendefinisikan sebuah
style dapat menghemat pekerjaan penyuntingan. Sebagai contoh begini,
jika Anda tetapkan bahwa judul bab harus memakai font Arial 14 pt,
cetak-tebal, dan berspasi 36 point terhadap paragraf pertama, maka Anda
pemformatan yang demikian harus Anda lakukan terhadap seluruh judul bab
satu-per-satu.
Cara yang lebih baik adalah mendefinisikan sebuah style yang memiliki
karakteristik pemformatan seperti tersebut diatas, lalu menyimpannya
dengan suatu nama. Sekarang, Anda tinggal memilih nama style itu setiap
kali hendak memformat judul bab. Lebih praktis, bukan?
Tetapi tidak hanya itu. Ada manfaat lain dari penerapan style dalam
naskah dokumen, yaitu bisa digunakan untuk menciptakan daftar isi
dokumen secara otomatis. Perhatikan layar aplikasi
Microsoft Word 2007, dan pastikan tab
Home dalam keadaan terbuka. Anda lihat
ribbon Style disana, bukan?
 |
| Ribbon Style |
Langkah berikut cara mendefinisikan sebuah style. Saya akan tunjukkan
kepada Anda cara mendefinisikan dua buah style, masing-masing akan saya
beri nama "Judul Bab" dan Judul Sub Bab".
- Pastikan ribbon Style sudah terlihat di layar aplikasi Word 2007 Anda.
- Klik tanda pembuka jendela dialog style seperti ditunjukkan dalam gambar berikut ini.
 |
| Jendela Dialog Style dan Ikon New Style |
- Klik ikon New Style di bagian bawah jendela dialog tersebut.
- Di bagian Name, tulis nama untuk style baru yang akan didefinisikan.
- Di bagian Style Based On, pilih Heading 1 dari daftar. Disini Anda harus mendasarkannya pada style yang sudah ada untuk dapat mendefinisikan sebuah style baru.
 |
| Jendela Dialog Pembuatan Style Baru |
- Di bagian Formatting, pilih font Arial, ukuran 14 point, dan berilah efek cetak-tebal (bold).
 |
| Menu Pemformatan Paragraph |
- Dibagian bawah dari jendela dialog itu, klik tombol Format, lalu pilih Paragraph.
- Pada jendela dialog kedua yang diperlihatkan, selanjutnya Anda dapat
menetapkan spasi paragraf seperti yang sudah pernah kita bahasa
sebelumnya, yaitu sebesar 0 pint untuk Before, dan 36 point untuk After. Kemudian klik OK.
- Klik OK untuk menutup jendela dialog pembuatan style baru.
- Akhirnya tutup kembali dialog Style.
Sekarang lihatlah kembali pada
ribbon Style. Anda harus menemukan style baru yang telah Anda definisikan itu dalam daftar nama style.
 |
| Style Baru didalam Ribbon Style |
Tugas Mandiri
- Dengan langkah-langkah yang sama Anda dapat mendefinisikan style
baru bernama "Judul Sub Bab". Misalnya memiliki karakteristik memakai
font Arial 12 point, cetak tebal, dan berjarak 12 point terhadap
paragraf sebelum dan sesudahnya. Gunakan Heading 2 sebagai dasar untuk mendefinisikan style "Judul Sub Bab".
- Definisikan pula style baru bernama "Judul Sub Bab2' dengan
karakteristik pemformatan memakai font Arial, ukuran 12 point, cetak
tebal dan miring, serta berjarak 12 point terhadap paragraf sebelum
maupun sesudahnya. Gunakan Heading 3 sebagai dasar untuk mendefinisikan style baru ini!
Penerapan Style
Cara menerapkan sebuah style pada sebuah teks sangat gampang. Cukup
letakkan kursor pada baris teks tersebut, dan kemudian klik salah satu
style pada ribbon style yang ingin diterapkan ke teks itu. Jika Anda
masih ingat dengan
contoh sistematika karya tulis
pada pelajaran terdahulu, terapkan style "Judul Bab" ke seluruh teks
yang terdapat didalam sistematika itu, baik yang terdapat didalam
Section 1 maupun
Section 2!
Hasilnya akan tampak seperti ini:
 |
| Hasil Penerapan Style Judul Bab |
Untuk menerapkan style "Judul Sub Bab", silahkan sunting naskah
sistematika karya tulis, kemudian tambahkan teks judul sub bab berikut
ini:
 |
| Teks Judul Sub Bab |
Kemudian, terapkan style "Judul Sub Bab' untuk setiap judul sub bab tersebut. Hasilnya akan tampak seperti ini:
 |
| Hasil Penerapan Style untuk Judul Sub Bab |
Tambahkan teks untuk judul sub- bab kedua, dan kemudian terapkan style "Judul Sub Bab2". Hasilnya harus terlihat seperti ini:
 |
| Hasil Penerapan Style untuk Judul Sub Bab kedua |
Pembuatan Daftar Isi Secara Otomatis
Inilah bagian puncak dari pembahasan kita. Setelah seluruh style yang
dibutuhkan didefinisikan serta diterapkan, maka proses pembuatan halaman
daftar isi secara otomatis sudah dapat dimulai. Meskipun persiapan
sebelumnya tampak ribet, akan tetapi percayalah bahwa ini merupakan cara
terbaik dalam membuat daftar isi. Kelak Anda akan bisa merasakan
manfaatnya!
- Mula-mula Anda harus memisahkan teks "Daftar Isi" ke halaman baru
berikutnya. Pastikan kursor tepat berada di awal baris yang berisi teks
"Daftar Isi".
- Klik tab Insert, lalu pilih ikon Page Break.
 |
| Pemenggalan Paksa Paragraf ke Halaman Baru |
- Lakukan pula hal yang sama untuk baris baris yang berisi teks
"Daftar Gambar". Dengan demikian, sekarang Daftar Isi benar-benar berada
dalam satu halaman tersendiri.
 |
| Halaman Daftar Isi |
- Siapkan satu baris kosong tepat dibawah teks "Daftar Isi", dan pastikan kursor berada di baris tersebut saat ini.
- Klik tab Reference, lalu buka daftar pada ikon Table of Contents, pilihlah opsi Automatic Table 2.
 |
| Ikon Pembuatan Daftar Isi Otomatis |
- Hasil yang Anda peroleh akan terlihat seperti ini. Silahkan hapus
teks yang berbunyi "Table of Contents" karena tidak diperlukan.
 |
| Hasil Daftar Isi Otomatis |
Cara Memperbarui Daftar Isi
Bila dalam perkembangannya konten dokumen mengalami perubahan karena
penyuntingan yang telah dilakukan, maka daftar isi akan diperbarui
secara otomatis ketika Anda membuka kembali file dokumen itu pada
penyuntingan yang Anda lakukan berikutnya. Namun bisa Anda menghendaki
pembaruan daftar isi dilakukan secara juga, maka Anda bisa melakukannya
dengan cara ini:
- Pastikan tab Reference masih dalam keadaan aktif.
- Klik didalam daftar isi sehingga kursor berada didalamnya.
- Klik ikon Update Table.
- Pada jendela dialog yang diperlihatkan, pilih opsi Update Entire Table.
- Klik OK.
 |
| Memperbarui Daftar Is |
Sumber : http://pintarbelajartik.blogspot.com/2012/05/bagaimana-cara-menciptakan-daftar-isi.html