Wednesday, February 13, 2013

Materi 4 Klas 10 Sem 2

Perbandingan Microsoft Word 2007 dan Microsoft Word 2003


Pada awalnya, Ms. Word 2007 tidak jauuh berbeda dengan Ms. Word 2003. Tetapi Ms. Word 2003 sekarang di munculkan dengan tampilan baruu dan dengan nama baruu juga, yaitu Ms. Word 2007. Ms. Word 2007 juga adalah pengolah kata . Ms. Word 2007 tentunya muncul di tahun 2007 pula. Tampilan layarnyapun tidak terlalu jauh dengan Ms. Word 2003, tetapii sedikit lebih rumit.
Di bawah ini saya akan menunjukkan sedikit tampilan layar pada Ms. 2007 yang saya ketahui. Meskipun tak terlalu lengkap . Dan terlalu jelas. Atau dengan kata lain di bawah ini adalah langkah-langkah untuk mengoprasikan Ms. Word 2007 .
Perhatikanlah langkah di bawah .

1. Membuka Ms. Word 2007 tidak jauh berbeda dengan 2003. Mulanya juga berada di dalam h Ms. Office ( perhatikan bulatan dan tanda panah yang berwarna hijau di bawah )
2. Inilah tampilan pertama yang akan anda lihat pada tampilan Ms. Word 2007. Lihatlah dengan baik. Tampilan toolbar pada Ms. Word 2007 adalah Vertikal dan semuanya menjadi satuu dengan di lengkapi gambar-gambar yang dapat membuat tampilannya menarik dam freessh, sedangkan pada Ms. Word 2003, toolbarnya ditampilkan secara Horizontal.
3. Toolbar-toolbal pada Ms. Word 2007 seperti HOME, INSERT, PAGE LAYOUT, VIEW sama dengan toolbar-toolbar pada Ms. Word 2003 ,hanya saja ada beberapa toolbar yang tak ada pada Ms.word 2003 ada pada Ms.word 2007
4. Pada gambar diatas menu B, I, U , jenis tulisan, ukuran huruf, pemberian warna pada huruf, dll ada pada tampilan menu HOME sedangkan yang pada Ms. Word 2003 adalah berada diluar menu HOME.
5. Pada tampilan menu INSERT, menu picture, clipart,dll dilengkapi dengan gambar-gambar dengan ukuran yang sedikit besar dan berwarna yang membuat tampilannya kelihatan sedikit menarik dibandingkan tampilannya pada Ms.word 2003.
6. Pada menu PAGE LAYOUT ,. Disinilah tempat untuk mengatur kertas .mulai dari ukuran, membuat columns, jarak spasi, warna kertas ,dsb.
7. Inilah menu REFERENCES .Menu ini tidak ada pada Ms. Word 2003. Di menu ini yang dijelaskan adalah berbagai menu untuk memudahkan cara membuat daftar pustaka , daftar isi atau sebagainya..( fungsi saya ambil sesuai dengan apa yang saya lihat )
8. Menu MAILINGS. Pada menu ini yang terlihat dapat dipergunakan hanya 3 menu (lihat gambar). Padahal jika sudah ingin di pergunakan , ke 4 menu tersebut terlihat tak dapat dipergunakan karena akan muncul kata-kata yang tidak dapat di mengerti.
9. Menu REVIEW adalah menu yang dapat dipergunakan untuk melihat, mencari dan memberikan comment atau dapat juga dipakai untuk memberikan efek english.
10. Menu VIEW . Menu ini di gunakan untuk melihat ketikan yang dibuat secara besar (zoom) .dan sebagainya.
Penjelasan tentang toolbar–toolbar di atas, hanya berdasarkan yang saya lihat. Karena sebenarnya Ms. Word 2007 agak lebih rumit cara mengoprasikannya dari pada cara mengoprasikan pengolah kata yang terlebih dahulu telah kita kenal yaitu Ms. Word 2003.
Di bawah ini adalah penjelasan tambahan tentang Ms. Word 2007. Penjelasan yang bila di perhatikan perbedaan tersebut juga terdapat di Ms. Word 2003. Tetapi beda.
• Pada gambar di bawah terlihat bahwa jenis tulisan tidak hanya dapat di ganti pada satu tempat , melainkan dua tempat
• Toolbar-toolbar pada Ms. Word 2007 juga tidah seperti pada Ms.word 2003. Toolbars pada Ms. Word 2007 di kelompokkan sesuai kategorinya masing-masing .( perhatikan nomor-nomor pada gambar)
secara umum perbedaan yang kita jumpai antara word 2003 dan 2007 adalah
  • file hasil produksi ms word 2007 defaultnya berformat .docx , dimana format tersebut tidak bisa dieksekusi (cieh bahasanya) atau dibaca oleh ms word 2003 yang defautlnya .doc
    namun word 2007 bisa membaca format .doc, dan .docx
  • terdapat smartart di ms word 2007, smartart adalah semacam kumpulan template grafis yang mudah digunakan, sedangkan di 2003 belum ada
  • tampilan menu 2007 sudah lebih banyak ke kumpulan toolbar (ribbon)
  • di 2007 ada tombol bulat di pojok kiri atas yang sebagian besar gunanya menggantikan fungsi menu File, yang disebut office button
  • ada quick access toolbar di 2007 dan belum ada di 2003
  • jika kita menyimpan file .doc di office 2007 ukurannya akan lebih kecil dibanding .docx

dikutip dari http://halamansebelas.co.cc

Materi 8 Klas 10 Sem 2

Cara Membuat Tabel Dan Di Variasikan
Cara membuat tabel pada program microsoft word sangat mudah sekali, tapi bagi yang belum tahu caranya, membuat tabel mungkin bisa dibilang sangat susah. bagi kamu yang belum bisa membuat tabel tidak usah bingung, ikuti saja panduan di bawah ini :
1. Buka dulu program microsoft word pada komputer kamu.
2. Kemudian klik Menu Table – insert – Table . . . seperti di gambar di bawah ini :


Cara membuat tabel
3. setelah kamu klik tabel, nanti akan muncul jendela seperti di bawah ini :

Cara membuat tabel
Number of column adalah untuk menentukan jumlah kolom, sedangkan untuk number of row adalah untuk menentukan jumlah baris, masukkan angka sesuai dengan kebutuhanmu.
contoh di atas adalah dengan jumlah sebanyak 5 kolom dan 10 baris, setelah memaskkan angkanya. klik OK. maka tabel akan muncul seperti dibawah ini :
Cara membuat tabel
setiap kali membuat tabel, bentuk tabel akan rata memenuhi jendela microsoft word, untuk mengecilkan dan melebarkan kolom tabel caranya adalah dengan mengarahkan mouse pointer kamu pada garis kolom yang ingin kamu geser, arahkan mouse pointer hingga berubah menjadi panah dengan dua arah kanan kiri. klik dan tahap pada garis kolom, kemudian tarik ke kanan atau ke kiri sesuai dengan kebutuhanmu. agar lebih jelas perhatikan gambar di bawah ini :

Cara membuat tabel
Merge Cells
menu merge cells (atau menggabungkan cells) bisa digunakan jika kamu ingin membuat tabel yang berbentuk seperti ini
membuat tabel
contoh tabel di atas adalah menggunakan merge cells, yaitu menggabungkan kolom atau baris menjadi satu,
caranya adalah :
1. siapkan tabel kerja kamu
2. blokpada kolom atau baris yang ingin kamu gabungkan, (cara mengeblok adalah dengan klik dan tahan mouse pointer pada salah satu kolom atau baris kemudian geser mouse pointer ke arah kolom lain ) misalnya seperti gambar di bawah ini

membuat tabel
3. Kemudian setelah diblok, klik menu Table, Merge Cells

membuat tabel
4. Maka hasilnya adalah seperti ini

membuat tabel
langkah di atas adalah untuk menggabungkan dua baris menjadi satu, untuk menggabungkan kolom pun juga sama, kamu tinggal menge blog kolomnya dan kemudian pilih menu merge cells seperti contoh diatas.

.  Cara Membuat Grafik
a.      Jalankan aplikasi Microsoft Office → Microsoft Word.
b.     Pilih Insert → Chart kemudian pilih Chart yang diinginkan, seperti di bawah ini: 


Langkah 2a





Langkah 2b

Kemudian tekan OK, sehingga akan muncul dua jendela seperti di bawah ini:
Langkah 2c

Jendela 1 adalah Jendela Word 2007 dan Jendela 2 adalah Jendela Excel 2007

c.      Untuk melakukan perubahan pada grafik, ubahlah data yang sudah ada pada jendela Excel. Grafik akan berubah mengikuti data yang dimasukkan ke dalam Excel.

Langkah 3

d.     Untuk merubah category menjadi bulan atau tahun, kembali ke jendela Excel hapus tulisan category dan ganti menjadi bulan atau tahun yang diinginkan.

Langkah 4

e.      Untuk merubah keterangan dari grafik, kembali ke jendela Excel dan hapus tulisan series, ganti keterangan sesuai yang dibutuhkan.

Langkah 5


 Cara Membuat Grafik
 
a.      Jalankan aplikasi Microsoft Office → Microsoft Word.
b.     Pilih Insert → Chart kemudian pilih Chart yang diinginkan, seperti di bawah ini: 


Langkah 2a

Langkah 2b

Kemudian tekan OK, sehingga akan muncul dua jendela seperti di bawah ini:
Langkah 2c

Jendela 1 adalah Jendela Word 2007 dan Jendela 2 adalah Jendela Excel 2007

c.      Untuk melakukan perubahan pada grafik, ubahlah data yang sudah ada pada jendela Excel. Grafik akan berubah mengikuti data yang dimasukkan ke dalam Excel.

Langkah 3

d.     Untuk merubah category menjadi bulan atau tahun, kembali ke jendela Excel hapus tulisan category dan ganti menjadi bulan atau tahun yang diinginkan.

Langkah 4

e.      Untuk merubah keterangan dari grafik, kembali ke jendela Excel dan hapus tulisan series, ganti keterangan sesuai yang dibutuhkan.

Langkah 5

Cara Memasukan Gambar
Gambar sangat penting artinya bagi sebuah dokumen. Sebuah gambar dapat menjelaskan dan mengandung beribu kata. Microsoft Word juga memberikan fasilitas penyisipian gambar di dalam dokumen. Untuk menyisipkan gambar dalam dokumen di microsoft word 2007 anda dapat menggunakan cara berikut.
1.                  Klik menu ribbon Insert
2.            Lalu klik tombol picture
Bila microsoft word anda kompatibel dengan versi Microsoft Word 2003, maka kedua langkah di atas akan memiliki shortcut
 ALT+I, P, F, sedangkan untuk word 2007 / 2010 tekan tombol ALT, N, P
3.            Selanjutnya anda akan diberikan sebuah dialog untuk memilih file gambar yang bisa memunculkan preview gambar.
gambar dialog untuk penyisipan gambar di dokumen Microsoft Word

4.            Pilihlah file gambar yang ingin anda masukkan lalu klik Insert. Misalkan kita memilih gambar koala dan langsung klik tombol Insert. Gambar langsung dimasukan dalam dokumen anda. Anda juga bisa langsung menyisipkan gambar dengan klik ganda (doublke click) pada gambar tersebut.
5.            Gambar yang disisipkan dalam dokumen masih sesuai dengan ukuran aslinya. Bila gambar tersebut terlalu besar, maka akan dibatasi sampai ukuran margin kiri dan kanan.
6.            Bila anda merasa gambar terlalu besar atau terlalu kecil, anda dapat merubah ukurannya dengan melakukan drag pada salah satu dari empat sudut yang ada. Hal ini untuk menjaga aspect ratio, agar tampilan gambar tetap sama hanya lebih kecil / lebih besar.
gambar perubahan ukuran untuk penyisipan gambar di dokumen Microsoft Word



Sumber :  http://yadipintar.blogspot.com/2012/11/materi-tik-kelas-x-10-semester-2.html

Materi 7 Klas 10 Sem 2

MAIL MARGE

Salah satu fitur yang hampir dimiliki oleh semua program aplikasi pengolah kata adalah kemampuannya dalam membuat suatu dokumen secara masal. Fitur yang dimaksud adalah Mail Merge. Pengertian dari mail merge itu sendiri sebenarnya merupakan fungsi menghasilkan dokumen banyak dari suatu template tunggal serta sebuah sumber data terstruktur.

Istilah mail merge sebenarnya diadopsi dari utility yang disertakan dalam sebuah program aplikasi pengolah kata pertama di dunia bernama MultiMate yang diproduksi untuk IBM PC. Namun kali ini saya tidak akan membahas mengenai sejarahnya, melainkan bagaimana memanfaatkan mail merge untuk menyelesaikan suatu pekerjaan secara cepat dan praktis.

Pada pembelajaran pertama mengenai mail merge ini, saya akan mencoba mengupas pembuatan amplop secara masal dengan memakai mail merge. Sebagai contoh kita akan siapkan template sebuah amplop bagi banyak nama undangan. Mula pertama kita bisa siapkan template amplopnya sebagai berikut:


Menyiapkan Amplop Mail Merge
Menyiapkan Amplop Mail Merge
Ukuran amplop yang digunakan adalah DL (110x220mm).

Sumber : http://pintarbelajartik.blogspot.com/2012/05/mengerjakan-amplop-dengan-mail-merge.html

Materi 6 Klas 10 Sem 2

Page Break

Saya lebih suka menterjemahkan istilah Page Break sebagai "Pemenggalan Paksa Halaman". Hari ini saya akan lanjutkan pembelajaran mengenai penggunaan menu dan ikon yang terdapat didalam program aplikasi pengolah kata dengan pokok bahasan mengenai Page Break, khususnya menyangkut fungsi dan kapan kita harus menggunakan ikon perintah tersebut.

Ketika dalam penyuntingan long document, misalnya naskah karya tulis, kita dihadapkan pada kenyataan harus berpindah ke halaman bab baru, maka terdapat dua kemungkinkan yang ditempuh. Pertama, dengan cara menekan tombol ENTER beberapa kali hingga kursor masuk ke halaman baru berikuntya. Cara ini lazim digunakan oleh mereka yang masih awam dengan program Microsoft Word. Dan jika cara seperti itu pula yang Anda lakukan, saya sarankan segera tinggalkan cara konvensional ini!

Kedua adalah memakai Page Break. Inilah cara yang saya rekomendasikan karena beberapa alasan, yaitu:

  • Mempemudah penyuntingan naskah. Kursor akan segera melewati bagian kosong yang mungkin ada di akhir sebuah bab untuk menuju ke halaman bab berikutnya.
  • Menjaga posisi setiap bab. Setiap bab selalu dimulai dari awal halaman baru, tak akan pernah tergeser akibat penambahan atau pengurangan konten yang dilakukan pada bab sebelumnya.
  • Menghemat ukuran file.
  • Merupakan cara yang lebih 'smart', bukan?
Anda tentu masuh ingat dengan contoh kerangka karya tulis
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg1zzMtLs0cIQWnVrhMqkK-LZ-xcrcoaQgD9cDoAWp3HZw325nc0di9yTPtcLtWALq3mQHUDNUW8KzryD6pp5lKMDx4uYrp1Gn82HF1C7i9MUd_OLap4e7ccNTwGkzyKkcGAkDZri47IeA/s1600/1+Contoh+sistematika+karya+tulis.jpg
 yang pernah kita gunakan dalam latihan-latihan terdahulu. Nah, kita gunakan saja itu sebagai bahan latihan kali ini.

Saya akan berikan satu contoh dibawah, dan kemudian Anda bisa menerapkannya untuk halaman-halaman lainnya.
  • Pastikan Anda sudah membuka file berisi kerangka karya tulis yang telah dipakai pada pembelajaran yang lalu.
  • Posisikan kursor tepat di awal baris yang berisi teks "ABSTRAK".
Memposisikan Kursor untuk Page Break
Memposisikan Kursor untuk Page Break
  • Bukalah tab Insert, lalu pilih ikon perintah Page Break yang terdapat didalam ribbon Pages.
Ikon Perintah Page Break
Ikon Perintah Page Break
  • Hasilnya akan terlihat seperti ini:
Hasil Penerapan Page Break
Hasil Penerapan Page Break
  • Silahkan ulangi langkah diatas untuk halaman-halaman lainnya.
  • Anda bisa memeriksa tanda Page Break dengan menjadikannya tampak pada layar aplikasi.
Menampilkan Karakter Non-Cetak untuk Page Break
Menampakkan Karakter Non-Cetak untuk Page Break




Sumber : http://pintarbelajartik.blogspot.com/2012/05/page-break-kapan-kita-membutuhkannya.html

Materi 5 Klas 10 Sem 2

                     CARA MEMBUAT DAFTAR ISI OTOMATIS

Dalam sebuah dokumen panjang (long document) yang didalamnya terdapat halaman daftar isi, misalnya sebuah karya Tulis, biasanya halaman daftar isi tersebut dibuat secara terpisah dari dokumen induk, dan dikerjakan secara manual. Barulah pada saat pencetakan dan penjilidan, halaman daftar isi diletakkan pada urutan semestinya. Jika ini yang Anda lakukan selama ini, sebaiknya segera tinggalkan cara konvensional tersebut karena Anda semestinya dapat memanfaatkan fitur canggih pengolah kata Word 2007 (atau versi sebelumnya) untuk menciptakan daftar isi secara otomatis.

Materi ini merupakan lanjutan dari pembelajaran sebelumnya yaitu setelah Anda menguasai dengan baik bagaimana cara menggunakan menu dan ikon untuk membentuk dua format nomor halaman berbeda dalam sebuah dokumen. Masih ingat dengan baik pelajaran tersebut, bukan?

Apakah Keuntungan dari Pembuatan Daftar Isi secara Otomatis?

Berdasarkan pengalaman, sisi keuntungan pembuatan daftar isi secara otomatis daripada melakukannya secara manual antara lain:

  • Daftar isi dapat dibuat dengan cepat dan praktis.
  • Bila terjadi perubahan terhadap konten dokumen yang menyebabkan perubahan letak halaman suatu bab atau sub bab, maupun perubahan teks judul bab maupun judul sub-bab, maka pembaruan terhadap daftar isi dapat dilakukan secara otomatis.
  • Bisa menuju dengan cepat ke bagian manapun dari dokumen melalui daftar isi.
  • Tidak perlu mengerjakan halaman daftar isi secara terpisah dan manual.
Fitur yang saya maksudnya diatas adalah Table of Contents. Namun demikian, untuk menciptakan halaman daftar isi secara otomatis terdapat syarat yang harus dipenuhi, yaitu Anda harus mendefinisikan terlebih dahulu style-style untuk seluruh judul bab maupun sub-bab. Mari kita mulai pembahasan dari Style.

Apa itu Style dan Bagaimana Cara Mendefinisikannya?

Style adalah karakteristik pemformatan tertentu yang diberi nama serta disimpan sehingga dapat dipakai berulang-ulang. Pendefinisikan sebuah style dapat menghemat pekerjaan penyuntingan. Sebagai contoh begini, jika Anda tetapkan bahwa judul bab harus memakai font Arial 14 pt, cetak-tebal, dan berspasi 36 point terhadap paragraf pertama, maka Anda pemformatan yang demikian harus Anda lakukan terhadap seluruh judul bab satu-per-satu.

Cara yang lebih baik adalah mendefinisikan sebuah style yang memiliki karakteristik pemformatan seperti tersebut diatas, lalu menyimpannya dengan suatu nama. Sekarang, Anda tinggal memilih nama style itu setiap kali hendak memformat judul bab. Lebih praktis, bukan?

Tetapi tidak hanya itu. Ada manfaat lain dari penerapan style dalam naskah dokumen, yaitu bisa digunakan untuk menciptakan daftar isi dokumen secara otomatis. Perhatikan layar aplikasi Microsoft Word 2007, dan pastikan tab Home dalam keadaan terbuka. Anda lihat ribbon Style disana, bukan?

Ribbon Style
Ribbon Style
Langkah berikut cara mendefinisikan sebuah style. Saya akan tunjukkan kepada Anda cara mendefinisikan dua buah style, masing-masing akan saya beri nama "Judul Bab" dan Judul Sub Bab".
  • Pastikan ribbon Style sudah terlihat di layar aplikasi Word 2007 Anda.
  • Klik tanda pembuka jendela dialog style seperti ditunjukkan dalam gambar berikut ini.
Jendela Dialog Style
Jendela Dialog Style dan Ikon New Style
  • Klik ikon New Style di bagian bawah jendela dialog tersebut.
  • Di bagian Name, tulis nama untuk style baru yang akan didefinisikan.
  • Di bagian Style Based On, pilih Heading 1 dari daftar. Disini Anda harus mendasarkannya pada style yang sudah ada untuk dapat mendefinisikan sebuah style baru.
Dialog Pembuatan Style Baru
Jendela Dialog Pembuatan Style Baru
  • Di bagian Formatting, pilih font Arial, ukuran 14 point, dan berilah efek cetak-tebal (bold).
Menu Pemformatan Paragraph
Menu Pemformatan Paragraph
  •  Dibagian bawah dari jendela dialog itu, klik tombol Format, lalu pilih Paragraph.
  • Pada jendela dialog kedua yang diperlihatkan, selanjutnya Anda dapat menetapkan spasi paragraf seperti yang sudah pernah kita bahasa sebelumnya, yaitu sebesar 0 pint untuk Before, dan 36 point untuk After. Kemudian klik OK.
  • Klik OK untuk menutup jendela dialog pembuatan style baru.
  • Akhirnya tutup kembali dialog Style.
Sekarang lihatlah kembali pada ribbon Style. Anda harus menemukan style baru yang telah Anda definisikan itu dalam daftar nama style.

Style Baru didalam Ribbon Style
Style Baru didalam Ribbon Style

Tugas Mandiri

  1. Dengan langkah-langkah yang sama Anda dapat mendefinisikan style baru bernama "Judul Sub Bab". Misalnya memiliki karakteristik memakai font Arial 12 point, cetak tebal, dan berjarak 12 point terhadap paragraf sebelum dan sesudahnya. Gunakan Heading 2 sebagai dasar untuk mendefinisikan style "Judul Sub Bab".
  2. Definisikan pula style baru bernama "Judul Sub Bab2' dengan karakteristik pemformatan memakai font Arial, ukuran 12 point, cetak tebal dan miring, serta berjarak 12 point terhadap paragraf sebelum maupun sesudahnya. Gunakan Heading 3 sebagai dasar untuk mendefinisikan style baru ini!


Penerapan Style

Cara menerapkan sebuah style pada sebuah teks sangat gampang. Cukup letakkan kursor pada baris teks tersebut, dan kemudian klik salah satu style pada ribbon style yang ingin diterapkan ke teks itu. Jika Anda masih ingat dengan contoh sistematika karya tulis pada pelajaran terdahulu, terapkan style "Judul Bab" ke seluruh teks yang terdapat didalam sistematika itu, baik yang terdapat didalam Section 1 maupun Section 2!

Hasilnya akan tampak seperti ini:

Hasil Penerapan Judul Bab
Hasil Penerapan Style Judul Bab
Untuk menerapkan style "Judul Sub Bab", silahkan sunting naskah sistematika karya tulis, kemudian tambahkan teks judul sub bab berikut ini:

Teks Judul Sub Bab
Teks Judul Sub Bab
Kemudian, terapkan style "Judul Sub Bab' untuk setiap judul sub bab tersebut. Hasilnya akan tampak seperti ini:

Hasil Penerapan Style terhadap Teks Judul Sub Bab
Hasil Penerapan Style untuk Judul Sub Bab
Tambahkan teks untuk judul sub- bab kedua, dan kemudian terapkan style "Judul Sub Bab2". Hasilnya harus terlihat seperti ini:

Hasil Penerapan Heading 3
Hasil Penerapan Style untuk Judul Sub Bab kedua
Pembuatan Daftar Isi Secara Otomatis

Inilah bagian puncak dari pembahasan kita. Setelah seluruh style yang dibutuhkan didefinisikan serta diterapkan, maka proses pembuatan halaman daftar isi secara otomatis sudah dapat dimulai. Meskipun persiapan sebelumnya tampak ribet, akan tetapi percayalah bahwa ini merupakan cara terbaik dalam membuat daftar isi. Kelak Anda akan bisa merasakan manfaatnya!


  • Mula-mula Anda harus memisahkan teks "Daftar Isi" ke halaman baru berikutnya. Pastikan kursor tepat berada di awal baris yang berisi teks "Daftar Isi".
  • Klik tab Insert, lalu pilih ikon Page Break.
Pemenggalan Paksa Paragraf
Pemenggalan Paksa Paragraf ke Halaman Baru
  • Lakukan pula hal yang sama untuk baris baris yang berisi teks "Daftar Gambar". Dengan demikian, sekarang Daftar Isi benar-benar berada dalam satu halaman tersendiri.
Halaman Daftar Isi
Halaman Daftar Isi
  • Siapkan satu baris kosong tepat dibawah teks "Daftar Isi", dan pastikan kursor berada di baris tersebut saat ini.
  • Klik tab Reference, lalu buka daftar pada ikon Table of Contents, pilihlah opsi Automatic Table 2.
Ikon Pembuatan Daftar isi Otomatis
Ikon Pembuatan Daftar Isi Otomatis
  • Hasil yang Anda peroleh akan terlihat seperti ini. Silahkan hapus teks yang berbunyi "Table of Contents" karena tidak diperlukan.
Hasil Daftar isi Otomatis
Hasil Daftar Isi Otomatis
Cara Memperbarui Daftar Isi

Bila dalam perkembangannya konten dokumen mengalami perubahan karena penyuntingan yang telah dilakukan, maka daftar isi akan diperbarui secara otomatis ketika Anda membuka kembali file dokumen itu pada penyuntingan yang Anda lakukan berikutnya. Namun bisa Anda menghendaki pembaruan daftar isi dilakukan secara juga, maka Anda bisa melakukannya dengan cara ini:
  • Pastikan tab Reference masih dalam keadaan aktif.
  • Klik didalam daftar isi sehingga kursor berada didalamnya.
  • Klik ikon Update Table.
  • Pada jendela dialog yang diperlihatkan, pilih opsi Update Entire Table.
  • Klik OK.
Memperbarui Daftar Isi
Memperbarui Daftar Is



Sumber : http://pintarbelajartik.blogspot.com/2012/05/bagaimana-cara-menciptakan-daftar-isi.html